Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Vozinha, Sang Penjaga Gawang Berusia 40 Tahun yang Menggemparkan Dunia: Dari 50 Ribu ke Lebih 4 Juta Pengikut Instagram dalam Hitungan Jam

Fazlur Rahman
16 Juni 2026
23.42 WIB
2 dibaca
Vozinha, Sang Penjaga Gawang Berusia 40 Tahun yang Menggemparkan Dunia: Dari 50 Ribu ke Lebih 4 Juta Pengikut Instagram dalam Hitungan Jam

Atlanta – Dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6) waktu setempat, bukan Spanyol yang menjadi sorotan utama, melainkan seorang kiper veteran dari negara kecil di Samudra Atlantik. Josimar José Évora Dias, atau yang lebih dikenal dengan nama Vozinha, sukses mengantar Cape Verde menahan imbang juara Eropa Spanyol dengan skor 0-0. Penampilan heroiknya tak hanya menghadirkan poin bersejarah bagi Tim Tubarões Azuis (Hiu Biru), tetapi juga melambungkan namanya menjadi fenomena global.

Cape Verde, negara berpenduduk hanya sekitar 529.000 hingga 530.000 jiwa, datang ke turnamen ini sebagai debutan yang dianggap underdog berat. Menghadapi Spanyol yang menguasai 74-75% penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan, Cape Verde bertahan seperti benteng yang tak tergoyahkan. Di bawah mistar, Vozinha menjadi pahlawan utama. Kiper berusia 40 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan krusial, termasuk aksi-aksi gemilang menahan peluang dari Lamine Yamal, Ferran Torres, hingga Aymeric Laporte. Penampilannya yang luar biasa membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match.

Bagi Vozinha, ini bukan sekadar pertandingan biasa. Lahir di Mindelo, Pulau São Vicente, Cape Verde pada 3 Juni 1986, pria bertinggi 189 cm ini dibesarkan oleh kakek-neneknya. Dari situlah ia mendapat julukan “Vozinha” – yang dalam bahasa Portugis bermakna “suara kecil” atau panggilan sayang. Kariernya sebagai pesepak bola profesional dimulai dari klub lokal seperti Batuque dan Mindelense, sebelum menjelajah ke berbagai liga di Angola, Moldova, Siprus, Slovakia, hingga kini membela GD Chaves di Liga Portugal 2. Dengan lebih dari 90 caps bersama tim nasional sejak 2012, ia adalah sosok yang penuh pengalaman dan dedikasi.

Sebelum laga melawan Spanyol, akun Instagram resmi Vozinha (@vozinha1) hanya diikuti sekitar 45.000 hingga 50.000 orang – jumlah yang wajar untuk seorang kiper dari negara kecil yang bermain di kasta kedua Portugal. Namun, dalam hitungan jam setelah peluit akhir dibunyikan, segalanya berubah drastis. Pengikutnya meledak hingga melampaui 4 juta orang, dan pada pukul 08.00 WIB Selasa (16/6), angka tersebut sudah mencapai 4,5 juta. Bahkan laporan menyebutkan angkanya terus meroket mendekati atau melebihi 5 juta.

Ledakan ini mencerminkan kekuatan media sosial di era modern. Penampilan Vozinha yang heroik, dikombinasikan dengan cerita inspiratif seorang veteran 40 tahun yang membela negara kecil, langsung menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Banyak netizen, termasuk pendukung Arsenal yang senang karena Vozinha mengaku sebagai penggemar berat tim London Utara dan memuji David Raya, turut serta merayakan momen ini.

“Kami datang dari negara kecil dengan kondisi yang terbatas. Kualifikasi kami sangat sulit, tapi kami bekerja keras dan mengikuti rencana pelatih. Hari ini, mimpi menjadi kenyataan,” ujar Vozinha dalam wawancara pasca-pertandingan, seraya menyebut kegembiraannya mewakili seluruh rakyat Cape Verde.

Hasil imbang ini menjadi poin pertama Cape Verde di pentas Piala Dunia, sekaligus bukti bahwa sepak bola tetap penuh kejutan. Di usia 40 tahun, Vozinha menjadi salah satu kiper tertua yang mencatatkan clean sheet pada debut Piala Dunia. Prestasinya tak hanya membanggakan Cape Verde, tetapi juga menginspirasi negara-negara kecil lainnya untuk bermimpi besar.

Sementara Spanyol, sebagai salah satu favorit juara, harus merefleksikan performa mereka dan mempersiapkan laga-laga selanjutnya. Bagi Vozinha dan rekan-rekannya, ini baru permulaan. Dengan semangat yang sama, mereka siap menghadapi tantangan di Grup H.

Dari seorang kiper sederhana menjadi bintang viral semalam, kisah Vozinha adalah pengingat indah bahwa di lapangan hijau, ukuran negara atau usia bukanlah penghalang untuk menciptakan sejarah. Selamat, Vozinha – Cape Verde dan dunia kini mengenal namamu.


Tag

Memuat tag berita...