Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Serangan di Selat Hormuz – Kapal Ever Lovely Masih Dievakuasi, IMO Perpanjang Penghentian Operasi

Devi Sry Atmaja
28 Juni 2026
18.38 WIB
2 dibaca
Serangan di Selat Hormuz – Kapal Ever Lovely Masih Dievakuasi, IMO Perpanjang Penghentian Operasi

Dubai – Ketegangan di Selat Hormuz semakin memanas setelah kapal kontainer MV Ever Lovely berbendera Singapura menjadi sasaran serangan. Dua hari pasca-insiden, Organisasi Maritim Internasional (IMO) memutuskan memperpanjang penghentian sementara seluruh inisiatif pengawalan evakuasi kapal di kawasan tersebut.

Insiden bermula pada Jumat (26 Juni 2026). Menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), kapal melaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya, sekitar 14 kilometer (7,5 mil laut) tenggara Pelabuhan Dahit, Oman. Sumber keamanan maritim menyebut serangan kemungkinan besar dilakukan menggunakan drone.

Kapal Ever Lovely yang berlayar secara mandiri dan tidak berada di bawah kerangka evakuasi IMO tersebut langsung menjadi sorotan dunia. Hingga Minggu (28 Juni 2026), belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut.

Menurut keterangan terbaru dari UKMTO, kapal Ever Lovely berhasil mencapai perairan yang lebih aman dan saat ini sedang dalam proses evakuasi awak serta penilaian kerusakan lebih lanjut. Kapal dinyatakan masih stabil, meski sempat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan terbatas. Beberapa awak dilaporkan mengalami luka ringan, namun tidak ada korban jiwa.

Sebagai respons atas insiden ini, IMO memperpanjang penghentian sementara program pengawalan evakuasi kapal di Selat Hormuz dan Teluk Persia. Keputusan ini diambil setelah rapat darurat untuk mengevaluasi tingkat keamanan di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

“Kami memprioritaskan keselamatan awak kapal. Operasi evakuasi akan dievaluasi ulang setelah situasi menjadi lebih jelas,” kata seorang pejabat IMO. Pemerintah Singapura telah mengonfirmasi identitas kapal dan sedang berkoordinasi dengan otoritas internasional, termasuk Oman dan Inggris, untuk melakukan investigasi menyeluruh.

Serangan terhadap Ever Lovely memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan maritim global. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengangkutan minyak dunia berpotensi mengalami gangguan rantai pasok jika ketegangan terus berlanjut. Beberapa perusahaan pelayaran besar dilaporkan mulai mengubah rute kapal mereka, yang dapat berdampak pada kenaikan biaya logistik dan harga komoditas energi.

Insiden ini menjadi pengingat betapa rawannya kawasan Timur Tengah terhadap konflik yang dapat dengan cepat memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Pemantauan ketat terus dilakukan oleh berbagai pihak keamanan internasional. Masyarakat pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan non-esensial di Selat Hormuz untuk sementara waktu.


Tag

Memuat tag berita...