PSSI Tegaskan Dukungan Penuh ke Gianni Infantino Tetap Pimpin FIFA, Meski Presiden FIFA di Tengah Badai Kritik
Jakarta — Di tengah gelombang kritik tajam dan desakan mundur terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) justru mengambil sikap berbeda. Federasi sepak bola Indonesia secara resmi menyatakan dukungan penuh agar Infantino tetap memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Pernyataan resmi itu disampaikan melalui unggahan di media sosial PSSI dan akun Instagram Ketua Umum PSSI Erick Thohir pada Selasa, 4 Agustus 2026. PSSI menilai kepemimpinan Infantino telah membawa dampak positif nyata bagi perkembangan sepak bola global, termasuk di Indonesia.
“Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengapresiasi komitmen berkelanjutan Presiden Gianni Infantino dalam memupuk persatuan di seluruh komunitas sepak bola global, memajukan pengembangan sepak bola, dan memperkuat semua Asosiasi Anggota FIFA,” bunyi pernyataan PSSI.
Indonesia disebut telah merasakan langsung manfaat dari berbagai inisiatif FIFA di bawah Infantino. “Inisiatif FIFA di Indonesia telah menerjemahkan misi global FIFA menjadi kemajuan dan perkembangan nyata dalam sepak bola Indonesia. Rekam jejak inilah, dan kepercayaan yang telah dibangunnya, yang mendasari dukungan berkelanjutan PSSI kepada Presiden Infantino,” lanjut pernyataan tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menekankan bahwa kolaborasi dengan FIFA telah menjadi salah satu faktor kunci transformasi sepak bola nasional. Indonesia mendapat kepercayaan menggelar Piala Dunia U-17 2023, FIFA Series 2026, dan FIFA ASEAN Cup 2026. Selain itu, program FIFA Forward turut mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk pusat latihan nasional di IKN, serta berbagai kegiatan pengembangan yang digelar rutin di tanah air.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya,” tulis Erick Thohir.
PSSI juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA dan seluruh asosiasi anggota demi kemajuan sepak bola dunia.
Dukungan PSSI datang di tengah krisis yang menimpa Infantino. Beberapa waktu lalu, FIFA mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan swasta yang akan mengelola hak komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dan membuka peluang penjualan saham kepada investor swasta.
Rencana itu memicu penolakan keras dari UEFA, CONCACAF, AFC, serta puluhan asosiasi anggota. Banyak pihak menilai proposal tersebut mengancam integritas sepak bola dan membuka pintu privatisasi kompetisi paling bergengsi di dunia. UEFA bahkan mengancam boikot kompetisi FIFA jika usulan itu dilanjutkan.
Akhirnya, pada 31 Juli 2026, Infantino mengumumkan bahwa proposal tersebut tidak akan dilanjutkan. Ia mengakui proyek itu telah menimbulkan perpecahan yang tidak sejalan dengan tujuan FIFA untuk bersatu dan meningkatkan sepak bola.
Meski proposal dibatalkan, tekanan terhadap Infantino belum reda. Sejumlah asosiasi Eropa menarik dukungan untuk pencalonannya kembali, dan ada desakan agar ia mundur. Infantino sendiri dijadwalkan maju untuk masa jabatan keempat dalam Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027. Di sisi lain, Indonesia bersama sejumlah negara lain seperti Qatar, Kuwait, Lebanon, Sri Lanka, Filipina, dan Maroko tetap menyatakan dukungan kepada Infantino.
PSSI menekankan bahwa FIFA di bawah Infantino telah menjadi mitra strategis, bukan sekadar badan pengatur. Dukungan FIFA pasca-tragedi Kanjuruhan, program pendanaan, hingga kepercayaan menjadi tuan rumah berbagai turnamen internasional dinilai sebagai bukti komitmen nyata.
“PSSI berharap dapat terus bekerja sama secara konstruktif dengan FIFA dan semua Asosiasi Anggota untuk memajukan pengembangan sepak bola di seluruh dunia,” tutup pernyataan resmi federasi.
Sikap PSSI ini menunjukkan posisi Indonesia yang konsisten mendukung kepemimpinan yang dinilai telah memberikan manfaat konkret bagi sepak bola nasional, di tengah dinamika politik sepak bola dunia yang sedang memanas.