Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Libatkan Investor Swasta di Piala Dunia, Sebut Transformasi Sepak Bola Butuh Pendanaan

Devi Sry Atmaja
02 Agustus 2026
14.40 WIB
2 dibaca
Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Libatkan Investor Swasta di Piala Dunia, Sebut Transformasi Sepak Bola Butuh Pendanaan

JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungannya terhadap rencana Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk membuka kepemilikan sebagian hak komersial turnamen Piala Dunia kepada investor swasta melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Menurut Erick, skema tersebut dapat menjadi sumber pendanaan baru yang dibutuhkan banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mempercepat pembangunan dan transformasi sepak bola.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam wawancara dengan media Inggris, Sky Sports, pada Kamis (30/7/2026). Ia menilai pengembangan sepak bola modern membutuhkan dukungan finansial yang kuat agar setiap federasi anggota FIFA mampu meningkatkan kualitas kompetisi, infrastruktur, hingga pembinaan pemain usia muda.

"Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir, sudah dibenahi dan dibersihkan. Peringkat FIFA Timnas Indonesia juga naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, dibutuhkan pendanaan," ujar Erick.

Menurut Erick, transformasi sepak bola nasional yang tengah berjalan memerlukan dukungan investasi jangka panjang agar berbagai program pembinaan dapat terus berlanjut. Ia menilai tambahan dana dari FIFA berpotensi membantu federasi-federasi anggota mempercepat pembangunan sepak bola di masing-masing negara.

Dalam proposal yang tengah dibahas, FIFA menawarkan paket pendanaan senilai US$10 miliar atau sekitar Rp180,5 triliun melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Dana tersebut akan diperoleh dari kerja sama dengan investor swasta yang akan memiliki sebagian kepentingan dalam pengelolaan aspek komersial turnamen Piala Dunia. Apabila proposal tersebut disetujui oleh mayoritas anggota FIFA, sebanyak 211 asosiasi anggota diperkirakan akan memperoleh tambahan dana sekitar US$40 juta atau setara Rp722 miliar untuk masing-masing federasi mulai Januari 2027.

Sebaliknya, apabila rencana tersebut tidak mendapat persetujuan, setiap anggota FIFA hanya akan menerima pendanaan sekitar US$10 juta atau sekitar Rp180,5 miliar, sesuai skema FIFA Forward yang selama ini telah berjalan.

Bagi banyak negara berkembang, tambahan pendanaan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun pusat pelatihan, meningkatkan kualitas liga domestik, memperkuat pembinaan pemain muda, hingga memperbaiki fasilitas sepak bola nasional. Meski mendapat dukungan dari Erick Thohir, rencana FIFA tersebut menuai penolakan dari sejumlah konfederasi besar dunia, termasuk UEFA, AFC, dan Concacaf.

Mereka menilai Piala Dunia merupakan aset sepak bola global yang seharusnya tetap berada sepenuhnya di bawah kendali FIFA tanpa melibatkan kepemilikan investor swasta. Sejumlah pihak juga mengkhawatirkan masuknya modal swasta akan meningkatkan dominasi kepentingan bisnis dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan turnamen paling bergengsi di dunia tersebut. Kekhawatiran lain yang mencuat adalah potensi berkurangnya independensi FIFA dalam mengelola hak siar, sponsor, hingga kebijakan strategis apabila investor memperoleh pengaruh terhadap aspek komersial Piala Dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan waktu hingga 19 September 2026 kepada seluruh anggota FIFA untuk menentukan sikap melalui mekanisme pemungutan suara. Erick menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan seluruh anggota FIFA. Menurutnya, apabila mayoritas federasi menyetujui proposal tersebut, hal itu menunjukkan adanya kebutuhan nyata terhadap model pendanaan baru bagi perkembangan sepak bola dunia. "Apabila para anggota FIFA mufakat, itu menunjukkan memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana," kata Erick.

Hasil voting nanti diperkirakan akan menjadi salah satu keputusan paling penting dalam sejarah tata kelola FIFA. Selain menentukan arah pembiayaan organisasi, keputusan tersebut juga akan memengaruhi model pengelolaan Piala Dunia di masa depan, termasuk bagaimana pendapatan dari turnamen terbesar sepak bola itu didistribusikan kepada seluruh negara anggotanya.


Tag

Memuat tag berita...
Minggu 02 Agustus 2026
00:00
Waktu Indonesia Barat