Pertamina Luncurkan Biodiesel B50, Apa Bedanya dengan B35 yang Sudah Beredar?
Jakarta – Selain penurunan harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2026, PT Pertamina (Persero) juga memperkenalkan varian baru biodiesel bernama Biodiesel B50. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel (berbasis minyak sawit) dengan 50 persen solar konvensional. Produk ini melanjutkan program mandatori biodiesel nasional yang sebelumnya menggunakan B35 (35 persen biodiesel).
Biodiesel B50 memiliki beberapa perbedaan signifikan dibandingkan B35 yang selama ini beredar luas. B50 mengandung proporsi biodiesel yang lebih tinggi, yaitu 50 persen dibandingkan hanya 35 persen pada B35. Hal ini membuat B50 lebih ramah lingkungan karena mampu menekan emisi gas rumah kaca lebih besar.
Dari sisi performa, B35 sudah terbukti optimal dan kompatibel dengan sebagian besar kendaraan saat ini, sementara B50 masih dalam tahap uji coba dan distribusi bertahap untuk memastikan tidak menimbulkan masalah pada mesin kendaraan. B50 juga diharapkan dapat meningkatkan penyerapan minyak sawit domestik dan menghemat devisa negara dari impor solar.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan bahwa peluncuran B50 adalah wujud komitmen perusahaan mendukung target net zero emission nasional. “B50 adalah langkah maju kita menuju energi yang lebih hijau. Kami akan memastikan kualitas dan ketersediaannya agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Meski memiliki keunggulan lingkungan yang lebih besar, penerapan B50 memerlukan penyesuaian infrastruktur distribusi dan pemahaman masyarakat. Pertamina akan mendistribusikan B50 secara bertahap, terutama untuk armada pemerintah, transportasi umum, dan sektor industri terlebih dahulu.
Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan B35 yang sudah teruji sambil menantikan perluasan distribusi B50. Pemerintah dan Pertamina berkomitmen melakukan sosialisasi dan uji coba menyeluruh agar transisi ke biodiesel yang lebih hijau ini berjalan lancar dan aman.
Peluncuran B50 semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen biodiesel terbesar di dunia sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

