Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Eskalasi Memanas: Iran Serang Pangkalan AS di Teluk dan Kembali Tutup Selat Hormuz

Devi Sry Atmaja
13 Juli 2026
14.38 WIB
2 dibaca
Eskalasi Memanas: Iran Serang Pangkalan AS di Teluk dan Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran — Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak tajam. Iran memperluas serangan militernya ke sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi basis pangkalan militer AS, sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz pada Senin (13/7/2026).

Militer Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai sasaran di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Yordania, hingga Oman. Serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap aksi militer AS di kawasan. Di saat yang bersamaan, Amerika Serikat juga melancarkan serangan balasan terhadap target-target militer Iran.

Dikutip dari Reuters, media Iran melaporkan adanya ledakan yang terdengar di sekitar Pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, dua lokasi strategis fasilitas militer Iran di sekitar Selat Hormuz.

Di tengah eskalasi yang semakin membara, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz masih ditutup untuk pelayaran internasional. Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk menyatakan penutupan dilakukan karena situasi keamanan belum kondusif akibat aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan. Penutupan jalur vital ini kembali mengancam pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu arteri utama pengangkutan minyak dunia.

Eskalasi terbaru ini mengancam keberlangsungan kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang sempat ditandatangani bulan lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya diharapkan menjadi pintu masuk bagi pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian konflik melalui perundingan lanjutan.

Namun, dengan adanya serangan balik-membalas dan penutupan selat, harapan perdamaian tampak semakin menjauh. Pasar keuangan global pun bereaksi, dengan harga minyak mentah dunia kembali melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Masyarakat internasional kini menanti langkah diplomatik dari negara-negara besar dan PBB untuk meredakan ketegangan sebelum konflik meluas menjadi perang terbuka yang lebih besar di Timur Tengah.

Situasi di kawasan Teluk Persia saat ini masih sangat dinamis dan terus dipantau ketat oleh komunitas global.


Tag

Memuat tag berita...
Senin 13 Juli 2026
00:00
Waktu Indonesia Barat