Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Pemerintah Hemat Rp3 Triliun Lebih Selama Libur Sekolah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Disuspend Sementara

Devi Sry Atmaja
22 Juni 2026
15.02 WIB
2 dibaca
Pemerintah Hemat Rp3 Triliun Lebih Selama Libur Sekolah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Disuspend Sementara

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah. Kebijakan ini diambil untuk memperbaiki tata kelola program sekaligus memangkas pengeluaran negara yang signifikan. Deputi Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penangguhan operasional ini merupakan langkah strategis yang matang. “Penundaan sementara selama libur sekolah bertujuan untuk meningkatkan tata kelola program dan mengurangi belanja pemerintah,” ujar Agustina.

Menurut perhitungan BGN, kebijakan ini berpotensi menghasilkan penghematan anggaran yang sangat besar. Dengan 27.820 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini beroperasi di seluruh Indonesia, dan masing-masing unit menerima insentif Rp6 juta per hari, penangguhan selama 18 hari libur sekolah diperkirakan dapat menghemat lebih dari Rp3 triliun dana negara.

“Estimasi penghematan hanya dari insentif SPPG saja mencapai sekitar Rp3 triliun,” tegas Agustina Arumsari.

Perhitungan sederhana BGN menunjukkan penghematan menyentuh angka Rp3.005.760.000.000 atau lebih dari Rp3 triliun. Angka ini belum termasuk penghematan dari komponen lain seperti bahan pangan, logistik, dan operasional pendukung lainnya, sehingga potensi total penghematan dipastikan akan lebih besar.

Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah. Namun, sejak peluncurannya, program ini menghadapi berbagai tantangan operasional, termasuk koordinasi antarlembaga, distribusi logistik, dan pengawasan kualitas.

Dengan menjadikan masa libur sekolah sebagai momentum evaluasi, BGN berharap dapat memperbaiki berbagai aspek tata kelola sebelum program kembali berjalan penuh. Penangguhan ini juga diharapkan memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan optimalisasi anggaran di tengah berbagai prioritas pembangunan nasional.

Selama masa penangguhan, BGN akan fokus melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat sistem pengawasan, dan meningkatkan kualitas kerja sama dengan penyedia layanan di daerah. Pemerintah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki mekanisme distribusi dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran.

Dengan penghematan yang mencapai triliunan rupiah, diharapkan anggaran tersebut dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat aspek lain dalam program gizi nasional atau sektor pembangunan prioritas lainnya.


Tag

Memuat tag berita...