Gagak Hitam News
GAGAK HITAM
—   N E W S   —
Memuat

Celana Pendek ke Kantor Jadi Tren di Tokyo, Pekerja Jepang Dobrak Tradisi demi Hemat Energi

Devi Sry Atmaja
18 Juli 2026
14.55 WIB
2 dibaca
Celana Pendek ke Kantor Jadi Tren di Tokyo, Pekerja Jepang Dobrak Tradisi demi Hemat Energi

Tokyo – Di tengah cuaca panas dan lembap yang menyiksa, pemandangan unik kini kerap terlihat di perkantoran Tokyo, Jepang. Banyak pekerja pria mulai berani mendobrak tradisi berpakaian formal dengan mengenakan celana pendek ke kantor. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan (AC) sekaligus menghemat energi listrik.

Salah satu yang mencoba gaya baru ini adalah Noboru Watanabe (50), seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo. Awalnya ia merasa ragu dan kikuk memamerkan kakinya di lingkungan kerja yang biasanya kaku dengan setelan jas rapi.

“Awalnya saya merasa malu. Tapi begitu Anda mencobanya, Anda akan sadar betapa nyamannya celana pendek ini,” cerita Watanabe, dikutip dari Euro News.

Meski masih dipadukan dengan kemeja formal, Watanabe mengaku merasa jauh lebih segar dan nyaman saat bekerja di musim panas yang ekstrem.

Inisiatif ini bukan muncul begitu saja. Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, telah mendorong gaya berpakaian “keren” sejak musim semi lalu. Koike mengimbau para pegawai untuk mengenakan polo shirt, kaos oblong, sepatu kets, hingga celana pendek yang disesuaikan dengan beban pekerjaan masing-masing.

Langkah ini diambil menyusul tantangan serius pasokan listrik Jepang. Lonjakan biaya energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah membuat pemerintah dan perkantoran harus berhemat. Dengan mengurangi penggunaan AC, diharapkan konsumsi listrik dapat ditekan secara signifikan.

“Kami mendorong gaya berpakaian ‘keren’ yang mengutamakan kenyamanan,” tegas Gubernur Koike.

Tren celana pendek ke kantor ini menuai beragam respons. Banyak pekerja di sektor swasta iri karena perusahaan mereka masih mewajibkan setelan jas lengkap. Di sisi lain, muncul perdebatan hangat di dunia maya tentang kepantasan berpakaian di lingkungan profesional. Sebagian masyarakat menilai celana pendek terlalu santai untuk suasana kantor. Sachie Koike (52), seorang agen properti, mengungkapkan , “Saya pribadi mengaitkan celana pendek dengan hari libur. Menurut saya, melihat kaki berbulu di kantor rasanya kurang rapi.”

Meski demikian, banyak juga yang mendukung perubahan ini sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim dan krisis energi. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang musim panas, bahkan mungkin menjadi budaya baru di kalangan pekerja Jepang.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana masyarakat Jepang mulai menyeimbangkan antara tradisi ketat dengan kebutuhan praktis di era tantangan lingkungan dan energi global.


Tag

Memuat tag berita...
Sabtu 18 Juli 2026
00:00
Waktu Indonesia Barat